Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the divi-booster domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home2/kelompo2/domains/kelompoksedhutsenut.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Deprecated: Optional parameter $post_types declared before required parameter $location is implicitly treated as a required parameter in /home2/kelompo2/domains/kelompoksedhutsenut.com/public_html/wp-content/plugins/monarch/monarch.php on line 3783

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the feeds-for-youtube domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home2/kelompo2/domains/kelompoksedhutsenut.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
“Sedulur Mulur Tangga Eca” 2012 | Kelompok Sedhut Senut

Dokumentasi “Sedulur Mulur Tangga Eca” 2012

Sinopsis

Lakon ini di adaptasi dari Malam Jahanam karya Motinggo Busye. Setting naskah sendiri yang beralur plot linier ini merepresentasikan kehidupan margin di sekitar pesisir Sumatra. Namun dalam hal ini di adaptasi bebas oleh Wage Daksinarga ke dalam kultur Jawa pinggiran kota urban.

Suleman (Ibnu Gundul) seorang laki-laki yang kebetulan bertetangga dengan Kusnan (Riyanto), teman sejak masih kecil. Paijah (Nurul Jamilah) istri Kusnan ternyata mempunyai anak hasil dari hubungan biologisnya dengan Suleman. Perselingkuhan ini berjalan cukup rapi dan bertahan lama. Namun suatu ketika konflik muncul ketika Kusnan mendapati burung peliharaannya mati dan dibuang di pinggir sumur. Burung kebanggaan Kusnan, burung yang mahal, seolah hewan peliharaan yang tak tergantikan oleh apapun.

Informasi matinya burung peliharaan itu disampaikan Jamingan (Lukas Priyo) seorang yang gila. Dan itu terbukti ketika persoalan memuncak dan Suleman mengaku bahwa yang membunuh burung tersebut.

Dalam babak lain muncul Pak Sapar (Elyandra Widharta) dan Joko (Gilar) sebagai tokoh dengan motif untuk peralihan dinamika dramatik yang cukup segar dan menggemaskan.

Dusun Sanden 31 Desember 2011 dalam De-Kampoeng Festival

(fotografer : Panitia De-Kampoeng Festival 2011)

Lapangan Pasir Kampung Tungkak RW 21 Yogyakarta

(fotografer : Panitia De-Kampoeng Festival 2011)

(fotografer : Panitia De-Kampoeng Festival 2011)

(fotografer : Panitia De-Kampoeng Festival 2011)

(fotografer : Krisna Mulawarman 2012)